Ibadah haji 2020 pandemi virus corona. (AP Photo)
Saat meresmikan Wisma Shafa Asrama Haji Makassar, Sabtu (3/4/2021), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menaruh satu harapan dalam sambutannya. Dia ingin haji 2021 dilaksanakan. Namun, ada syaratnya. Apa itu?
"Sampai hari ini, persiapan-persiapan telah kami lakukan agar bisa melaksanakan ibadah haji, tetapi itu juga setelah ada keputusan dari Kerajaan Arab Saudi," kata Yaqut seperti dikutip ANTARA, Sabtu (3/4/2021). .
Persiapan sudah dilakukan untuk calon jemaah haji
Meski belum ada keputusan resmi dari Kerajaan Arab Saudi, Kementerian Agama beserta jajarannya sudah melakukan serangkaian persiapan. Salah satunya dengan memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada jamaah calon haji (JCH) yang dijadwalkan berangkat haji.
“Yang paling penting adalah pemberian suntikan vaksin COVID-19 kepada seluruh JCH, dan begitu ada keputusan resmi dari Kerajaan Arab Saudi, maka kita langsung berangkatkan,” kata Yaqut.
Penyelenggaraan haji harus dilakukan secara detail
Lebih lanjut, Yaqut meminta seluruh jajaran Kementerian Agama mempersiapkan skenario pelaksanaan haji secara detail. Apalagi, pelaksanaan haji akan berada di dalam balutan pandemi COVID-19. Keamanan jamaah adalah hal yang utama.
“Siapkan secara detail. Saya harap pelaksanaan haji benar-benar detail persiapannya. Jangan ada yang terlewat sedikitpun, karena terkait keselamatan jamaah. Demi keselamatan jamaah, siapkan sedetail mungkin," katanya.
Ada pembatasan pelaksanaan haji dan umrah sejak tahun lalu
Akibat pandemi COVID-19, berbagai kegiatan keagamaan massal harus menjalani penyesuaian, termasuk penyelenggaraan ibadah haji. Pembatasan haji dan umrah sudah terjadi sejak tahun lalu.
“Pembatasan juga terjadi dalam penyelenggaraan haji dan umrah sejak tahun lalu. Itu bisa menjadi pelajaran dalam persiapan, jika haji dibuka tahun ini,” kata Yaqut.
Situs Poker 0nline Terbaik Indonesia | Poker88 | Agen Judi Poker Online | Poker Hulk

