Situs Poker 0nline Terbaik Indonesia | Poker88 | Agen Judi Poker Online
SELAMAT DATANG DI POKERHULK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Wednesday, April 7, 2021

Menkominfo Sebut 20 Persen Masyarakat Indonesia Belum Mau di Vaksin

 

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, sumber foto: sindonews.com


Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan sebanyak 80 WNI sudah siap menjalani vaksinasi COVID-19 dan sisanya mengaku belum siap.


Oleh karena itu, kata Johnny, perlu upaya bersama dari semua pihak agar masyarakat memahami pentingnya vaksinasi, guna memutus rantai dan mengakhiri pandemi virus corona di Tanah Air.


Sebanyak 80 persen masyarakat Indonesia siap untuk divaksinasi


Johnny mengatakan, vaksinasi massal sudah saatnya dilakukan, perlu kerja kolaboratif untuk mengakhiri pandemi COVID-19. Namun, vaksinasi tidak cukup untuk mengakhiri pandemi, sehingga diperlukan disiplin protokol kesehatan yang ketat.


“Sebanyak 80 persen masyarakat Indonesia mau divaksin dan 20 persen belum mau divaksin,” ujarnya saat meninjau vaksinasi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), Depok, Jawa Barat, Senin (5/4/2021).


Johnny menjelaskan, dalam konteks angka 20 persen tersebut cukup besar untuk skala Indonesia, sehingga perlu upaya bersama untuk menyalurkan literasi informasi dan transmisi kepada masyarakat. Penyampaian perlu dilakukan dengan literasi informasi, baik literasi umum maupun literasi edukatif.


“Baik disampaikan pemerintah pusat, daerah, lurah maupun kepala desa, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujarnya.


Masyarakat harus memahami tiga hal terkait vaksin COVID-19


Johnny mengatakan, untuk menyukseskan program vaksinasi, masyarakat harus memahami tiga hal, pertama, vaksin memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Kedua, vaksin tersebut telah disertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


"Untuk vaksin perizinannya sudah ada dari BPOM," ujarnya.


Ketiga, lanjut Johnny, vaksin juga telah memenuhi persyaratan halal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta keamanan proses pemberian vaksin dan tindak lanjut pasca imun.


Terkait isu hoax vaksin, Johnny mengatakan pihaknya telah melakukan counter labeling hoax tersebut sebagai disinformasi.


“Ini bukan pekerjaan tunggal pemerintah tapi kolaboratif semua. Pemerintah jadi terdepan, tapi kerja itu kerja bersama,” ujarnya.


Menteri Komunikasi dan Informatika optimistis vaksinasi massal bisa selesai dalam setahun


Johnny mengatakan untuk memvaksinasi 181,5 juta orang di Indonesia dibutuhkan vaksin di berbagai lokasi. Oleh karena itu, kata dia, percepatan vaksinasi terhadap jutaan orang tidak mungkin dilakukan hanya dengan mengandalkan fasilitas kesehatan atau faskes.


“Tidak 181,5 juta yang kita vaksinkan di Indonesia, dalam rangka mencapai kekebalan kelompok itu jika hanya dilakukan faskes,” katanya.


Maka, menurut Johnny, diperlukan inisiatif untuk mempercepat vaksinasi massal seperti Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RS UI. Pelaksanaan ini tidak hanya berpusat di Jakarta, tetapi perlu dilakukan di kabupaten dan provinsi di luar Jawa.


"Apabila dapat melakukan vaksinasi dalam jumlah besar, dalam waktu setahun dapat melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat," kata politisi Partai Nasdem itu.


Dalam kunjungan tersebut, Johnny berkesempatan berkomunikasi dengan RS UI dan warga yang divaksinasi.


Johnny mengatakan, saat ini Indonesia sedang melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan penularan COVID-19. Vaksinasi dilakukan dengan dua sistem yaitu pemberian secara langsung di klinik dan fasilitas kesehatan serta drive thru.


“Vaksinasi dapat dilakukan di berbagai tempat untuk melakukan vaksinasi massal, salah satunya drive thru seperti di RS UI,” kata Johnny.

Situs Poker 0nline Terbaik Indonesia | Poker88 | Agen Judi Poker Online | Poker Hulk