Ilustrasi, sumber foto: Mindra Purnomo/detikcom
POKER HULK - Kasus pelecehan seksual masih sering terjadi di ruang publik, salah satunya di transportasi umum. Berdasarkan survei Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) 2019, 46,8 persen dari 62.224 responden mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi umum.
Survei tersebut juga menyebutkan bahwa tempat pelecehan seksual yang paling sering terjadi di transportasi umum adalah bus, angkot, dan kereta api.
Perwakilan KRPA dan anggota Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS), Neqy, menyarankan beberapa langkah yang bisa dilakukan segera setelah mengalami pelecehan seksual di ruang publik, khususnya transportasi umum.
Berikut langkah yang harus dilakukan Neqy melansir dari acara Fun Chat IDN Times: "Waspadalah terhadap Pelecehan Seksual di Transportasi Umum!"
Korban pelecehan seksual harus segera meninggalkan lokasi
Neqy mengatakan, korban yang mengalami kekerasan seksual di angkutan umum harus segera meninggalkan lokasi kejadian. Misalnya, saat berada di kereta, korban bisa bergegas keluar di stasiun terdekat.
Jika masih melewati beberapa stasiun lagi untuk mencapai stasiun tujuan, korban lebih baik keluar di stasiun terdekat, menjauh dari lokasi, dan pelaku secepat mungkin.
Korban pelecehan seksual disarankan mencari tempat yang ramai dan terang
Selanjutnya, segera setelah mengalami pelecehan seksual, korban harus segera mencari tempat yang ramai dan terang.
Menurut Neqy, biasanya saat seseorang berada di lokasi ramai dan terang, pelaku juga tidak berani mengikuti orang tersebut.
Segera hubungi orang dewasa yang dikenal dan dipercaya
Kemudian, Neqy menyarankan agar korban pelecehan seksual segera menghubungi orang dewasa yang mereka kenal dan percayai, tidak harus keluarga mereka. Menurutnya, hal ini penting karena agar segera mengurangi efek trauma dengan cara bercerita kepada orang yang dihubungi.
Ia melanjutkan, korban membutuhkan bantuan ini karena situasi imobilitas tonik membuat korban terkadang tidak bisa berpikir jernih apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu, korban membutuhkan bantuan untuk berbicara dengan orang lain untuk meminta nasihat tentang langkah apa yang harus diambil.
Keselamatan adalah nomor satu, melaporkan insiden bukanlah hal utama
Menurut Neqy, melaporkan insiden pelecehan seksual bagi korban adalah opsional karena tidak semua orang memiliki keberanian dan waktu.
Yang terpenting adalah menyelamatkan diri sendiri. Memilih untuk tidak melapor secara langsung adalah salah satu pilihan. Jika tidak ingin melakukannya, tidak masalah, prinsip utamanya adalah memastikan keselamatan diri sendiri setelah mengalami pelecehan seksual.


