Situs Poker 0nline Terbaik Indonesia | Poker88 | Agen Judi Poker Online
SELAMAT DATANG DI POKERHULK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Wednesday, July 7, 2021

Menkominfo Bantah Adanya Black Out Jaringan Internet di Papua

 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, sumber foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj

POKER HULKMenteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate membantah adanya gangguan internet di Papua yang menyebabkan jaringan di sana terputus total alias total black out. Berdasarkan penelusuran Kementerian Komunikasi dan Informatika, jaringan internet hanya terputus di empat wilayah di Papua.

"Area yang terdapat gangguan itu terdapat pada empat titik, yaitu Jayapura, Abepura, Sentani dan Sarmi. Bukan di seluruh Papua," kata Jonny saat memberikan keterangan pers secara online dan disiarkan di kanal YouTube, Senin, 7 Juni 2021.

Johnny membuat pernyataan ini karena ada narasi yang beredar di dunia maya bahwa jaringan internet di Papua mati total di provinsi Bumi Cendrawasih. Ada juga narasi yang menyebutkan bahwa jaringan internet di Papua sengaja dimatikan, sehingga informasi tentang konflik di sana sulit tersampaikan ke dunia luar.

Namun, menteri dari Partai Nasional Demokrat itu mengatakan, jaringan kabel serat optik di Papua terputus karena faktor alam. Selain itu, di bawah laut juga ditemukan aktivitas vulkanik. Hal ini, kata dia, mengakibatkan suhu tinggi yang bisa merusak kabel.

“Potensi itu tinggi sekali karena wilayah ini berkaitan dengan aktivitas vulkanik,” katanya.

Lalu, kapan jaringan internet di empat wilayah tersebut bisa pulih sepenuhnya? Apalagi, Papua akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2-15 Oktober 2021.

PT Telkom menjanjikan jaringan internet di Papua akan pulih pada Juni 2021

Johnny mengatakan untuk memulihkan kondisi jaringan internet di Papua, PT Telkom telah turun tangan. Mereka menggunakan kapal khusus untuk mengangkat kabel serat optik yang putus dan menyambungkannya kembali.

Namun, Johnny mengakui, pemulihan jaringan tidak mudah dilakukan. "Mengingat kedalamannya, ini (kabel) terputus di kedalaman 4.050 meter. Tekanannya di dasar laut mencapai 400 bar," katanya.

Johnny juga berpendapat, proses pemulihan jaringan internet di Papua akan memakan waktu lama, karena hanya ada empat kapal yang mampu menggelar kabel bawah laut. “Dua diantaranya sudah tidak berfungsi, satu sedang melakukan overhaul dan maintenance sehingga hanya tersisa satu kapal,” ujarnya.

Jadi, saat ini Telkom hanya menggunakan sisa satu kapal untuk menggelar, mengangkat, dan menyambungkan kabel yang putus. “Proses itu dilakukan dari wilayah timur ke barat,” kata Johnny.

Awalnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkirakan kabel tersebut bisa disambungkan kembali pada awal Mei. “Semalam, saya mendapat kabar dari PT Telkom yang mengatakan seharusnya pada Minggu malam sudah bisa diselesaikan, namun lagi-lagi terjadi cuaca yang buruk di laut di sekitar wilayah terputusnya kabel,” katanya.

Johnny juga berharap kabel yang terputus itu akan tersambung minggu depan. Sementara itu, pemulihan jaringan dapat kembali normal bulan ini.


PT Telkom juga menyiapkan jalur kabel fiber optik baru di bagian utara

Dalam keterangan persnya, Johnny mengatakan, putusnya kabel serat optik di Papua ini bukan yang pertama kali terjadi. Kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi.

Untuk itu, kata Johnny, PT Telkom sedang membangun jalur alternatif kabel fiber optik di bagian utara, yang membentang dari Biak hingga sekitar Kabupaten Sorong. "Panjang kabel bawah lautnya sepanjang 1.147 kilometer," katanya.

Pembangunan kabel bawah laut sudah dimulai sejak tahun 2020 dan diharapkan selesai pada kuartal pertama tahun 2022. “Sehingga, nantinya di Papua ada tiga rute (jalur kabel fiber optik bawah laut) yaitu rute selatan, tengah dan utara, " ujarnya.


Kemenkominfo berharap jaringan internet di Papua akan pulih kembali, agar PON tidak terganggu

Johnny berharap jaringan internet di Papua bisa segera pulih. Hal ini sangat dibutuhkan karena Papua tahun ini akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021.

“Kami harapkan agar penggelaran fiber optik ini bisa selesai, sehingga dukungan untuk transmisi data ke dan dari Papua bisa berlangsung dengan baik. Di saat yang bersamaan, pembangunan the last mile, BTS (Base Transceiver Station) oleh Kominfo di Papua akan dilakukan di 2021 dan 2022 nanti untuk keseluruhan wilayah Papua,” kata Johnny.

Ia juga berharap 5.000 BTS dapat digelar di Papua dan siap melayani masyarakat pada akhir tahun 2022.