Situs Poker 0nline Terbaik Indonesia | Poker88 | Agen Judi Poker Online
SELAMAT DATANG DI POKERHULK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Friday, September 10, 2021

6 Orang Dinyatakan Luka Berat Akibat Serangan Penusukan di Sebuah Supermarket

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Poker Hulk - Pada Jumat (3/9/2021), polisi kota setempat Auckland menembak mati seorang tersangka dalam serangan penusukan di sebuah supermarket. Dari peristiwa teror tersebut, 6 orang dinyatakan luka berat.


Dilansir Al Jazeera, Perdana Menteri Selandia Baru menyatakan bahwa aksi teror yang dilakukan pria asal Sri Lanka itu dilakukan secara individual, bukan soal keyakinan.


Ini juga yang dikatakan Komisaris Polisi Andrew Coster. Coster mengatakan pihak berwenang percaya pria itu bertindak sendiri dan tidak ada bahaya lebih lanjut bagi masyarakat.


Kronologis penusukan di sebuah supermarket di Kota Auckland

https://youtu.be/SsQnVsCikHY


Dilansir CBS News, polisi setempat telah menangkap para pelaku serangan teror sebelum kejadian Jumat. Mereka bahkan telah memasukkan pelaku ke dalam tahanan polisi, dengan mengikuti pria itu dari rumahnya di pinggiran Glen Eden ke sebuah supermarket di New Lynn.


Namun, pihak berwenang mengatakan mereka tidak memiliki alasan untuk berpikir bahwa para pelaku akan melancarkan aksinya pada hari Jumat. Tim mereka percaya bahwa pelaku hanya ingin berbelanja bahan makanan.


Awalnya pria itu terlihat memasuki toko dan berbelanja beberapa bahan makanan.


“Dia memasuki toko, seperti yang biasa ia lakukan sebelumnya. Dia mendapatkan pisau dari dalam toko," kata Komisaris Polisi Andrew Coster. "Tim pengawas sedekat mungkin untuk memantau aktivitasnya," lanjutnya.


Sebuah video yang menjadi viral di media sosial menunjukkan penyerang melakukan penyerangan tak lama setelah dia memasuki toko.


“Ada seseorang di sini dengan pisau. Dia punya pisau,” ucap seorang wanita di dalam video tersebut. “Seseorang telah ditikam."


Melihat aksi tersebut, seorang penjaga akhirnya meminta warga untuk keluar dari pusat perbelanjaan sesaat sebelum terdengar enam kali tembakan.


Menurut Al Jazeera, seorang saksi mengatakan kepada wartawan bahwa mereka telah melihat beberapa orang tergeletak di lantai dengan luka tusukan. Saksi lain juga mengatakan mereka mendengar suara tembakan saat mereka dievakuasi keluar dari pusat perbelanjaan.


Tembakan terpaksa dilakukan aparat keamanan karena pelaku berusaha menyerang petugas dengan pisau.


Akibat kejadian ini, kawasan pusat perbelanjaan tersebut berada di bawah pengawasan polisi untuk mengetahui lebih lanjut kejadian ini.


Pelaku penusukan bernama Ahamed Aathil Mohamed Samsudeen

https://youtu.be/g6RLOeUc2Dw


Menurut CBS News, Samsudeen adalah seorang Tamil berusia 32 tahun. Identitasnya sangat dirahasiakan oleh pengadilan karena statusnya sebagai pengungsi. Saat itu ia tiba di Selandia Baru dengan visa pelajar pada tahun 2011.


Pemerintah setempat menempatkan Samsudeen di bawah pengawasan sepanjang waktu. Hal ini dilakukan karena keprihatinan mereka tentang ideologi mereka. Samsudeen dikenal banyak orang, dan juga masuk dalam daftar pengawasan teror.


Sebelum insiden hari Jumat, Samsudeen telah dijatuhi hukuman satu tahun pengawasan karena diduga memiliki propaganda dari kelompok teror, ISIS.


Saat itu, Samsudeen dianggap telah merencanakan serangan teror yang disebut "serigala tunggal" menurut Jaksa. Namun, hakim memutuskan bahwa merencanakan serangan bukanlah pelanggaran hukum.


Tanggapan Pemerintah Selandia Baru terhadap peristiwa teror ini

https://twitter.com/GBNEWS/status/1433691088796241920?s=20


Melansir Al Jazeera, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pada konferensi pers bahwa tindakan teror ini dilakukan oleh pelaku pada individu, bukan keyakinan.


“(Serangan) Itu penuh kebencian, itu salah. (Serangan) itu dilakukan oleh seorang individu, tidak mewakili keyakinan tertentu.” jelas Ardern kala menggambarkan peristiwa teror pada hari Jumat (3/9/2021). “Dia (pelaku) sendiri yang atas bertanggung jawab atas tindakan ini."


Dilansir laman BBC, dengan aksi teror tersebut, PM Selandia Baru Jacinda Ardern telah berjanji kepada publik untuk memperketat undang-undang antiteror.


"Kita harus bersedia melakukan perubahan yang kita tahu belum tentu mengubah sejarah, tetapi bisa mengubah masa depan," kata Ardern dalam konferensi pers.


Ardern juga berharap bahwa perubahan undang-undang anti-terorisme negara itu akan disahkan oleh parlemen pada akhir September. Dia melanjutkan, undang-undang tersebut akan memudahkan untuk mengkriminalisasi seseorang yang merencanakan serangan teror. Ia juga mengingat bahwa Selandia Baru pernah mengalami beberapa kali serangan teror, salah satunya di Christchurch, dua tahun lalu.