Situs Poker 0nline Terbaik Indonesia | Poker88 | Agen Judi Poker Online
SELAMAT DATANG DI POKERHULK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Friday, July 30, 2021

Presiden Jokowi Minta Jajarannya Perketat Prokes saat Makan Bersama


Presiden Joko Widodo “Jokowi”, sumber foto: Biro Pers


Poker Hulk - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya memperketat protokol kesehatan COVID-19 di masyarakat. Salah satunya dengan memperketat protokol saat makan bersama. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi.


“Beliau meminta agar aktivitas di mana kesempatan untuk membuka maskernya tinggi, ini benar-benar diperhatikan dan sekali lagi implementasinya di lapangannya diperketat,” kata Budi dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/ 6/2021).


Jokowi minta disiplin protokol kesehatan di lapangan


Dalam rapat terbatas, Budi mengatakan, Presiden Jokowi meminta agar pelaksanaan PPKM mikro diperketat. Menurut Jokowi, perlu ada kedisiplinan di lapangan terkait protokol kesehatan.


“Aturannya sudah baik untuk daerah merah, oranye, kuning, tapi implementasi di lapangannya yang perlu didisiplinkan,” jelas Budi.


Untuk itu, Jokowi menugaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di lapangan.


Jokowi peringatkan soal klaster keluarga


Kemudian, Jokowi juga mengingatkan adanya klaster keluarga. Budi menyampaikan salah satu penyebab terjadinya klaster keluarga adalah karena kegiatan mudik atau pulang kampung.


"Beliau (Jokowi) juga menyarankan bahwa banyak klaster keluarga yang terjadi, khususnya disebabkan oleh mudik, pariwisata. Seperti yang kemarin terjadi di Pangandaran," kata Budi.


Kantor di zona merah wajib menerapkan 75 persen WFH


Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan 75 persen kawasan zona merah harus menerapkan work from home atau bekerja dari rumah.


“Jadi untuk daerah-daerah berbasis PPKM mikro merah itu kantornya 25 persen, namun kantor itu harus digilir. Artinya 25 persen itu bukan mereka yang itu-itu saja, tetapi harus diputar,” kata Airlangga.


Sementara untuk zona kuning dan zona oranye, WFH masih diberlakukan 50 persen. Airlangga juga menyarankan agar ada pergantian bagi karyawan yang bekerja dari kantor.


“Sehingga meyakinkan bahwa yang work from office itu bergantian dan memastikan bahwa pekerjaannya itu adalah stand by di tempat mereka bekerja masing-masing,” kata Airlangga.