Situs Poker 0nline Terbaik Indonesia | Poker88 | Agen Judi Poker Online
SELAMAT DATANG DI POKERHULK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Friday, April 16, 2021

5 Hal Ini Sebabkan Ramdhan Kamu Berbeda

 

Ilustrasi, sumber foto: antarafoto.com


Baru-baru ini, ketika kamu membuka media sosial, kamu mungkin menemukan banyak komentar dari netizen yang mengungkapkan bahwa suasana Ramadhan kini sudah banyak berubah, tidak seperti Ramadhan sebelumnya. Banyak momen yang tidak lagi sama sehingga membuat perbandingan antara bulan-bulan puasa sebelumnya dan saat ini.


Apakah kamu salah satunya? Mungkin berikut ini adalah beberapa alasan Ramadhan kamu terasa lebih berbeda.


1. Satu demi satu kehilangan orang yang kamu cintai


Ramadhan memang terasa jauh lebih bermakna jika kita menjalaninya dengan orang yang kita cintai, seperti berbuka puasa dan sahur bersama, serta shalat tarawih berjamaah. Namun seiring berjalannya waktu, kamu harus bisa menerima keadaan satu persatu orang terdekat kamu yang akan pergi.


Jika semasa kecil dulu kamu menunaikan puasa Ramadhan bersama semua anggota keluargamu, sekarang mungkin nenek, kakek, kerabat, teman, atau bahkan orang tuamu sudah meninggal dunia. Hal ini tentunya membuat suasana Ramadhan tidak lagi seperti dulu.


2. Suasana masa kecil yang tidak akan kembali lagi


Jika banyak yang mengatakan bahwa masa SMA adalah masa terindah, maka bisa jadi masa kanak-kanak adalah masa paling menyenangkan dalam fase kehidupan manusia. Karena saat ini hampir tidak ada beban pikiran dalam kehidupan seseorang. Ada yang hanya bermain dengan teman.


Begitu pula di bulan Ramadhan, anak-anak umumnya hanya memahami euforia dan kegembiraan yang ada di bulan suci ini, tanpa memahami apa artinya. Mereka kerap mengidentikkan Ramadhan dengan petasan, tadarus bersama di TPQ, ikut keramaian untuk membangunkan orang sahur dan hal menyenangkan lainnya.


Bagi kamu yang sudah beranjak dewasa, Ramadhan tentunya tidak sesederhana itu. Beban di pikiran kamu meningkat seiring bertambahnya usia, dan pada saat yang sama kamu harus tetap sibuk dalam ibadah kamu. Hingga tak jarang kamu merasakan suasana bulan suci kamu tidak semeriah dulu.


3. Tayangan televisi yang kental bernuansa Ramadhan semakin berkurang


Bukan rahasia lagi kalau acara televisi tahun 2000-an ke bawah kerap terlewat. Berbagai program dengan konten menarik membuat siapa pun yang pernah mengalami era ini bernostalgia dan merindukan tayangan berkualitas seperti dulu.


Selama Ramadan, acara televisi di masa lalu sangat kental dengan nuansa bulan puasa. Mulai dari sahur, kuis Ramadhan, sinetron religi, tabligh akbar, kultum menjelang buka puasa, dan masih banyak lagi. Belum lagi para musisi berlomba-lomba menghasilkan lagu-lagu Islami terbaiknya dan kerap diputar di stasiun televisi dan radio, yang menambah kemeriahan sepanjang Ramadhan.


Tapi sekarang, Ramadhan tidak semeriah dulu saat kita menonton televisi. Masih ada pertunjukan Ramadhan, tapi masih ada yang kurang. Apakah kita terjebak dalam nostalgia pertunjukan Ramadhan jadul? Entahlah.


4. Menjadi anak perantauan


Seiring bertambahnya usia seseorang, pasti banyak langkah besar yang diambil yang pada akhirnya akan membawa kamu pada sebuah perubahan, salah satunya adalah soal mengembara. Meninggalkan kampung halaman sering kali merupakan keputusan yang diambil oleh kamu yang memperjuangkan impian.


Selama suasana Ramadhan pasti akan ada banyak hal berbeda di keseharian kamu. Kehilangan momen ibadah bersama orang tua dan keluarga mungkin adalah hal yang paling kamu rasakan. Jika di rumah ada ibu atau bapak yang membangunkan kamu untuk sahur, maka di luar negeri kamu harus berusaha bangun sendiri. Atau saat berbuka puasa, biasanya berbagai hidangan sudah disediakan oleh ibumu di meja makan, jadi kamu harus membeli atau memasaknya sendiri saat berpergian.


5. Sahabat semakin sedikit 


Apa momen Ramadhan tak terlupakan antara kamu dan teman-teman sejak dulu? Menjahili orang yang kembali tarawih dengan petasan, membangunkan orang sekitar untuk sahur, sepak bola sebelum berbuka puasa, atau berjalan-jalan setelah shalat Subuh sambil mencuri-curi pandang lawan jenis? Setiap orang pasti punya ingatannya sendiri.


Namun kini, teman-teman kamu -termasuk diri kamu- sudah larut dalam kesibukan masing-masing. Tanggung jawab atas pekerjaan dan pendidikan membuat momen masa kecil selama Ramadhan hampir mustahil terulang. Akhirnya kamu merasa ada bagian yang hilang dari suasana bulan puasa kamu, yaitu teman-teman yang telah menemani kamu mengukir begitu banyak kenangan indah di masa lalu.


Perubahan memang sesuatu yang mutlak terjadi, karena satu-satunya hal yang tidak akan berubah dari kehidupan adalah perubahan itu sendiri. Begitu juga dengan Ramadhan yang kamu jalani, kamu pasti akan mengalami banyak perubahan seiring berjalannya waktu. Maka, alangkah bijaknya jika perubahan yang terjadi selama Ramadhan berubah menjadi lebih baik.

Situs Poker 0nline Terbaik Indonesia | Poker88 | Agen Judi Poker Online | Poker Hulk